Online Support : Imam
Jun 01

Oil Spill Dispersant

Published in Untagged  by admin |

Tumpahan minyak di air baik sungai, danau maupun laut, memang sangat mengganggu bagi kelangsungan hidup biota air dan bahkan berdampak luas terhadap lingkungan hidup.

 

Sebagaimana kita ketahui, minyak bersifat tidak dapat larut di dalam air. Minyak akan terus mengapung di atas permukaan air akan menutupi permukaan air. Lapisan minyak di permukaan air lingkungan akan mengganggu kehidupan organisme dalam air. Lapisan minyak yang menutupi permukaan air dapat terdegradasi oleh mikroorganis tertentu, namun memerlukan waktu yang cukup lama.

 

Saat ini, banyak ditawarkan produk kimia yang bertujuan untuk mengikat tumpahan minyak di air (sungai, danau ataupun laut); namun sayangnya kebanyakan produk menggunakan bahan campuran solvent.

 

Melihat kenyataan itu, perlu adanya produk alternative yang lebih aman terhadap lingkungan sehingga tidak menambah beban pada lingkungan yang perlu dikelola. Kami hadirkan produk Oil Spill Dispersant yang berbahan dasar air (water). Produk tersebut diharapkan dapat memberikan solusi yang tepat dalam mengatasi tumpahan minyak di air.

 

Produk unggulan kami, OSD 79120 adalah oil spill dispersant yang mengandung surface active agents dan water (air), sehingga aman terhadap lingkungan, berguna untuk menghilangkan dan membersihkan tumpahan minyak termasuk crude oil, white spirit, kerosene, gas oil, residual oil yang tumpah di port atau pelabuhan, water ways, dilaut / offshore drilling platforms.

 

Selain itu, produk ini berguna mengubah cairan hydrocarbon menjadi emulsi (fine emulsion), menjadi partikel-partikel yg sangat kecil, selanjutnya marine bacteria berfungsi merubah physico chemicals antara atmosfir & marine media dan dapat diterima lingkungan hidup karena produk biodegradable.

 

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi kami.

 

Jun 01

Heavy Metal Removal in Waste Water Treatment

Published in Untagged  by admin |

Teknologi Baru Untuk Heavy Metal Removal di Waste Water Treatment System

Limbah Logam Berat atau heavy metal termasuk golongan limbah B3. Limbah yang mengandung logam berat adalah issue lingkungan yang menjadi perhatian banyak pihak, utamanya bagi industri-industri di tanah air. Masalah limbah logam berat sangat serius diperhatikan mengingat dampak yang ditimbulkannya begitu nyata bagi kehidupan makhluk hidup, termasuk manusia.

Beberapa kegiatan industri di tanah air saat ini masih mencari cara untuk mereduksi dampak negatif dari logam berat, berbagai cara sudah dilakukan, namun masih belum maksimal. Selain karena teknologi yang kurang tepat guna, teknologi yang ada masih tergolong mahal.

Beberapa literatur tentang logam berat, salah satunya menurut Vouk (1986) yang mengatakan bahwa terdapat 80 jenis dari 109 unsur kimia di muka bumi ini yang telah teridentifikasi sebagai jenis logam berat. Berdasarkan sudut pandang toksikologi, logam berat ini dapat dibagi dalam dua jenis. Jenis pertama adalah logam berat esensial, di mana keberadaannya dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh organisme hidup, namun dalam jumlah yang berlebihan dapat menimbulkan efek racun. Contoh logam berat ini adalah Zn, Cu, Fe, Co, Mn dan lain sebagainya. Sedangkan jenis kedua adalah logam berat tidak esensial atau beracun, di mana keberadaannya dalam tubuh masih belum diketahui manfaatnya atau bahkan dapat bersifat racun, seperti Hg, Cd, Pb, Cr dan lain-lain. Logam berat ini dapat menimbulkan efek kesehatan bagi manusia tergantung pada bagian mana logam berat tersebut terikat dalam tubuh. Daya racun yang dimiliki akan bekerja sebagai penghalang kerja enzim, sehingga proses metabolisme tubuh terputus. Lebih jauh lagi, logam berat ini akan bertindak sebagai penyebab alergi, mutagen, teratogen atau karsinogen bagi manusia. Jalur masuknya adalah melalui kulit, pernapasan dan pencernaan.

Menurut Nordberg., et. al (1986) logam berat jika sudah terserap ke dalam tubuh maka tidak dapat dihancurkan tetapi akan tetap tinggal di dalamnya hingga nantinya dibuang melalui proses ekskresi. Hal serupa juga terjadi apabila suatu lingkungan terutama di perairan telah terkontaminasi (tercemar) logam berat maka proses pembersihannya akan sulit sekali dilakukan. Kontaminasi logam berat ini dapat berasal dari faktor alam seperti kegiatan gunung berapi dan kebakaran hutan atau faktor manusia seperti pembakaran minyak bumi, pertambangan, peleburan, proses industri, kegiatan pertanian, peternakan dan kehutanan, serta limbah buangan termasuk sampah rumah tangga.(sumber:http://www.chem-is-try.org)

Pasal 59 UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 32 TAHUN 2009 TENTANG PERLINDUNGAN DAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP, mengatur hal-hal berikut :  (1) Setiap orang yang menghasilkan limbah B3 wajib melakukan pengelolaan limbah B3 yang dihasilkannya. (2) Dalam hal B3 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 58 ayat (1) telah kedaluwarsa, pengelolaannya mengikuti ketentuan pengelolaan limbah B3. (3) Dalam hal setiap orang tidak mampu melakukan sendiri pengelolaan limbah B3, pengelolaannya diserahkan kepada pihak lain.

Melalui media ini, kami ingin memberikan solusi alternatif untuk mengatasi masalah logam berat tersebut. Produk unggulan kami, yang kami sebut sebagai Heavy Metal Remover (HP Coagulant 799), diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi kamajuan industri dan keamanan lingkungan hidup, khususnya di tanah air.

Sebuah produk kimia formulasi baru bernama HP Coagulant CR-799 merupakan terobosan baru dalam system pengolahan limbah cair yang potensial mengandung logam-logam berat, fosfor, H2S, NH3, termasuk dalam menurunkan kadar BOD-COD.

CR 799 sangat  mudah digunakan, dalam  berbagai rentang rentang pH; proses  flokulasi  dan presipitasi yang cepat, Dibandingkan dengan koagulan biasa, CR 799 tidak mengandung logam berat atau ion klorida, karena tidak mengandung ion klorida, resiko korosi pada peralatan dapat diminimalisir, mengurangi biaya perawatan unit IPAL, dan menurunkan risiko biaya tinggi/tidak efisien, sehingga dapat lebih diprediksi hasil perawatan dan pengelolaan limbah cair.

CR 799 EFEKTIF DIGUNAKAN DALAM METODE PENGOLAHAN AIR LIMBAH DI BERBAGAI BIDANG INDUSTRI, antara lain :

Industri Pulp & Paper,

Industri Elektronika, I

ndustri Makanan dan Minuman,

Industri Petrokimia,

Industri Gula,

Industri Part Kendaraan,

Industri Pupuk,

Industri Pertambangan,

Industri Glass,

Industri Minyak dan Gas,

Industri Tektil (khususnya proses dyeing).

Informasi lebih lanjut, dapat menghubungi kami di nomor telepon :  022 7502678 atau fax : 022 7535369

Jun 01

saya biasa menggunakan pelumas merk A dan ingin menggantinya dengan merk lain, bagaimana cara menetukan jenis pelumas pengganti tsb ?

Published in pelumas by admin |
Sebenarnya tidak ada masalah jika kita ingin mengganti suatu pelumas dari merk A ke merk B asalkan mengikuti prosedur yang dianjurkan, seperti memperhatikan spesifikasi pelumas dan cari persamaannya atau pelumas lain yang sebanding dari segi jenis base oil-nya, tahun pembuatan mesin, tingkat kekentalan, dan level mutu (API Service untuk oli otomotif atau ISO Grade untuk oli industry), penggunaan mesin dan beban kerja, termasuk lingkungan kerja mesin dan jangan lupa perhatikan rekomendasi dari pembuatan mesin (jika ada).
Jun 01

Apa sih yang menyebabkan pelumas menjadi rusak ?

Published in pelumas by admin |
Pelumas, baik sintetik maupun mineral, baik yang berkualitas tinggi apalagi berkualitas rendah akan mengalami kerusakan. Penyebab utamanya adalah oksidasi. Oksidasi dapat terjadi karena beberapa sebab, antara lain (1) pelumas tersebut terpapar pada temperature tinggi dan (2) pelumas terkontaminasi kotoran, seperti debu dan air.
<< Start < Prev 1 2 3 4 Next > End >>